Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan untuk kesekian kalinya melontarkan pernyataan yang sangat menyesatkan. Ia menegaskan bahwa suara masyarakat adalah suara Tuhan. Kali ini ia melontarkan pernyataan sesat tersebut saat diklarifikasi soal pembatalan tender pengadaan mobil dinas baru senilai Rp 1 miliar untuk dirinya dan wakilnya nanti Deddy Mizwar.
"Mobil dinas, sudah saya hentikan tendernya. Sudah saya perintahkan ke Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) provinsi Jabar Dadang Suharto. Serius, timing-nya tidak tepat," ujar Heryawan pada wartawan usai mengikuti rapat koordinasi tentang angkutan barang di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, sebagaimana diberitakan di detik.com pada hari Selasa (21/5/2013).
Ia mengaku pertimbangan untuk membatalkan pembelian mobil baru tersebut karena banyak mendapat komentar miring atas rencana tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa pembatalan tersebut bukan emosi sesaat namun dirorong oleh suara masyarakat. "Suara masyarakat kan suara Tuhan dan saya dengar suara itu. Banyak yang mention di twitter, ramai tadi malam," tuturnya.
Saya tidak tertarik untuk mengomentari pembatalan pengadaan mobil dinas Jabar. Yang menjadi pertanyaan serius adalah, apakah benar suara masyarakat adalah suara Tuhan? Apakah ia tidak melihat banyak bukti di dunia ini bahwa suara kebanyakan atau mayoritas cenderung menyesatkan?
Coba kita lihat bukti bahwa suara mayoritas rakyat/masyarakat bukanlah suara Tuhan :
1. Mayoritas umat manusia pada zaman nabi Isa AS menentang dakwah nabi Isa AS, itu bukti bahwa suara mayoritas rakyat malah bertentangan dengan ajaran Tuhan.
2. Mayoritas umat manusia pada zaman nabi Nuh AS menentang dakwah nabi Nuh AS, akhirnya mereka dihancurkan Tuhan dengan banjir besar, itu bukti bahwa suara mayoritas rakyat malah bertentangan dengan ajaran Tuhan.
3. Mayoritas umat manusia pada zaman nabi Muhammad SAW menentang dakwah nabi Muhammad SAW, itu bukti bahwa suara mayoritas rakyat malah bertentangan dengan ajaran Tuhan.
4. Diberbagai negara yang penduduknya muslim, banyak partai sekuler yang menang pemilu, padahal partai sekuler menolak pemberlakuan hukum Islam secara total di negara, itu bukti bahwa suara mayoritas rakyat malah bertentangan dengan ajaran Tuhan.
5. Mayoritas penduduk dunia saat ini adalah kafir, itu bukti bahwa suara mayoritas rakyat malah bertentangan dengan ajaran Tuhan.
6. Dalam pemilu 1955, mayoritas rakyat indonesia memilih partai sekuler, padahal orang yang punya sedikit ilmu saja sudah bisa tahu bahwa sekulerisme bertentangan dengan ajaran Tuhan, itu bukti bahwa suara mayoritas rakyat malah bertentangan dengan ajaran Tuhan.
7. Banyak sekali orang yang berbuat maksiat dan dosa di muka bumi ini, itu bukti bahwa suara mayoritas rakyat malah bertentangan dengan ajaran Tuhan
Selain itu, ada banyak dalil yang menunjukkan tentang celaan terhadap banyaknya jumlah atau mayoritas, diantaranya :
“Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.” (QS. Al Baqarah : 243)
“Tapi kebanyakan manusia tidak menyukai kecuali mengingkari(nya).” (Al Isra’ : 89)
“Sesungguhnya hari kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tiada beriman.” (QS. Al Ghafir : 59)
“Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya.” (QS. Yusuf : 103)
“Itulah agama yang lurus tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Yusuf : 40)
“Sesungguhnya Kami benar-benar telah membawa kebenaran kepada kamu tetapi kebanyakan di antara kamu benci pada kebenaran itu.” (QS. Az Zukhruf : 78)
“Dan sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain).” (QS. Yusuf : 106)
“Katakanlah : ‘Segala puji bagi Allah’, tetapi kebanyakan mereka tidak memahami(nya).” (QS. Al Ankabut : 63)
Dan ayat-ayat yang semisalnya masih banyak sekali. Jadi kesimpulannya, tidak benar bahwa "Suara Masyarakat adalah Suara Tuhan". Ini pernyataan sesat yang perlu diluruskan.
"Mobil dinas, sudah saya hentikan tendernya. Sudah saya perintahkan ke Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) provinsi Jabar Dadang Suharto. Serius, timing-nya tidak tepat," ujar Heryawan pada wartawan usai mengikuti rapat koordinasi tentang angkutan barang di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, sebagaimana diberitakan di detik.com pada hari Selasa (21/5/2013).
Ia mengaku pertimbangan untuk membatalkan pembelian mobil baru tersebut karena banyak mendapat komentar miring atas rencana tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa pembatalan tersebut bukan emosi sesaat namun dirorong oleh suara masyarakat. "Suara masyarakat kan suara Tuhan dan saya dengar suara itu. Banyak yang mention di twitter, ramai tadi malam," tuturnya.
Saya tidak tertarik untuk mengomentari pembatalan pengadaan mobil dinas Jabar. Yang menjadi pertanyaan serius adalah, apakah benar suara masyarakat adalah suara Tuhan? Apakah ia tidak melihat banyak bukti di dunia ini bahwa suara kebanyakan atau mayoritas cenderung menyesatkan?
Coba kita lihat bukti bahwa suara mayoritas rakyat/masyarakat bukanlah suara Tuhan :
1. Mayoritas umat manusia pada zaman nabi Isa AS menentang dakwah nabi Isa AS, itu bukti bahwa suara mayoritas rakyat malah bertentangan dengan ajaran Tuhan.
2. Mayoritas umat manusia pada zaman nabi Nuh AS menentang dakwah nabi Nuh AS, akhirnya mereka dihancurkan Tuhan dengan banjir besar, itu bukti bahwa suara mayoritas rakyat malah bertentangan dengan ajaran Tuhan.
3. Mayoritas umat manusia pada zaman nabi Muhammad SAW menentang dakwah nabi Muhammad SAW, itu bukti bahwa suara mayoritas rakyat malah bertentangan dengan ajaran Tuhan.
4. Diberbagai negara yang penduduknya muslim, banyak partai sekuler yang menang pemilu, padahal partai sekuler menolak pemberlakuan hukum Islam secara total di negara, itu bukti bahwa suara mayoritas rakyat malah bertentangan dengan ajaran Tuhan.
5. Mayoritas penduduk dunia saat ini adalah kafir, itu bukti bahwa suara mayoritas rakyat malah bertentangan dengan ajaran Tuhan.
6. Dalam pemilu 1955, mayoritas rakyat indonesia memilih partai sekuler, padahal orang yang punya sedikit ilmu saja sudah bisa tahu bahwa sekulerisme bertentangan dengan ajaran Tuhan, itu bukti bahwa suara mayoritas rakyat malah bertentangan dengan ajaran Tuhan.
7. Banyak sekali orang yang berbuat maksiat dan dosa di muka bumi ini, itu bukti bahwa suara mayoritas rakyat malah bertentangan dengan ajaran Tuhan
Selain itu, ada banyak dalil yang menunjukkan tentang celaan terhadap banyaknya jumlah atau mayoritas, diantaranya :
“Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.” (QS. Al Baqarah : 243)
“Tapi kebanyakan manusia tidak menyukai kecuali mengingkari(nya).” (Al Isra’ : 89)
“Sesungguhnya hari kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tiada beriman.” (QS. Al Ghafir : 59)
“Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya.” (QS. Yusuf : 103)
“Itulah agama yang lurus tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Yusuf : 40)
“Sesungguhnya Kami benar-benar telah membawa kebenaran kepada kamu tetapi kebanyakan di antara kamu benci pada kebenaran itu.” (QS. Az Zukhruf : 78)
“Dan sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain).” (QS. Yusuf : 106)
“Katakanlah : ‘Segala puji bagi Allah’, tetapi kebanyakan mereka tidak memahami(nya).” (QS. Al Ankabut : 63)
Dan ayat-ayat yang semisalnya masih banyak sekali. Jadi kesimpulannya, tidak benar bahwa "Suara Masyarakat adalah Suara Tuhan". Ini pernyataan sesat yang perlu diluruskan.
Read More »
5/21/2013 06:46:00 PM | 0
comments






